Best Forum Community

Tempat Berbagi Informasi dan Ilmu
 
IndeksCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Similar topics
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
Latest topics
Top posters
lttlcc01
 
babayHD
 
-boe-
 
RifkA
 
chapoenk
 
__blue__
 
-=juludud=-
 
ashayo
 
ablamenko
 
cahyo adi kurniawan
 
Affiliates
free forum
free forum
free forum
readbud - get paid to read and rate articlesInsMatrixindo-matrix.com , sukses dari bisnis modal kecil
Forum Statistic

Share | 
 

 Pantai Petanahan

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
RifkA
***Administrator****

***Administrator****
avatar

Jumlah posting : 766
Join date : 29.09.09

PostSubyek: Pantai Petanahan   Sat Oct 03, 2009 7:12 pm



Pantai Petanahan terletak dibibir samudera Indonesia,
tepatnya di pantai selatan Jawa Tengah. Pantai ini sangat luas
membentang dari ujung barat (pantai Karangbolong) sampai ke muara
sungai Lukulo.


Pantai
Petanahan sangat ramai dikunjungi warga terutama pada hari liburan dan
hari raya. Menurut keyakinan para pengunjung, bahwa dengan berkunjung
ke laut pada hari lebaran, maka dosa-dosa mereka akan dilebur ke laut.


Untuk
mencapai pantai Petanahan, yaitu melalui jalur lintas selatan Propinsi
Jawa tengah, tepatnya jika melalui Karanganyar, dari pertigaan
Guyangan-Sruweng belok ke selatan terus sampai ke desa Karanggadung dan
lokasi pantai, dengan jarak sekitar ± 12 km.


Ombak
di pantai Petanahan tergolong tinggi dan ganas, dengan ketinggian
rata-rata 3 s/d 5 meter. Sehingga pantai Petanahan dikategorikan
sebagai pantai yang berbahaya bagi pengunjung, dan para pengunjung
dilarang keras mandi di laut.


Pemandangan
di pantai Petanahan memang mengasyikan, memandang ombak
bergulung-gulung yang tiada henti, dan sejauh mata memandang adalah
laut biru yang dalam.


Dipantai
banyak orang berjualan seperti bakso, pecel, lotek, mendoan dan makanan
/ minuman lain, sehingga pengunjung tidak perlu bawa bekal
banyak-banyak. Selain itu juga ada penjual souvenir, kerajinan tangan
dan lain-lain.


Tips berkunjung ke pantai Petanahan :

  • Jangan
    memakai pakaian hijau gadung, karena warna tersebut merupakan warna
    kesukaan Nyi Loro Kidul, sehingga bagi yang memakai warna tersebut
    kemungkinan akan "tersesat dan hilang".

  • Jangan mandi di laut, karena hempasan ombak sangat besar dan ganas.
  • Jangan berdiri air laut terlalu jauh dari bibir pantai, karena arus air di pasir jauh lebih cepat daripada arus permukaan.
  • Bawa topi, payung dan kacamata hitam, untuk menghindari radiasi matahari, karena sangat panas oleh sinar matahari.
  • Pakailah sandal, tidak perlu pakai sepatu.
  • Jangan membiarkan anak kecil bermain pasir sendirian dan masuk ke air laut.
  • Selalu waspada, karena ombak sewaktu-waktu dapat menggulung sampai jauh ke bibir pantai.
  • Ingat.....sudah banyak nyawa melayang di pantai Petanahan karena terseret ombak.
Sumber : http://karanganyar-kbm.blogspot.com
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
^___adien___^
--Boements Member--

--Boements Member--
avatar

Jumlah posting : 10
Join date : 02.10.09
Age : 32
Lokasi : pontianak

PostSubyek: Re: Pantai Petanahan   Sat Oct 03, 2009 8:51 pm

kui pantai ne kok koyo' semot to kang boe=))
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
RifkA
***Administrator****

***Administrator****
avatar

Jumlah posting : 766
Join date : 29.09.09

PostSubyek: Re: Pantai Petanahan   Mon Oct 05, 2009 9:56 pm

La pantene seh resik je................yo lumayan ne gak iso neng Bali po dolan neng parangtritis utowone parang kusumo yo iso di dadekaken alterrnatif tempat liburan sing murah meriah...........Tiket Cuma Rp. 2000,-
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
_____lintas.malam
Member
Member
avatar

Jumlah posting : 11
Join date : 13.10.09

PostSubyek: Re: Pantai Petanahan   Wed Oct 14, 2009 10:50 am


Pantai Petanahan merupakan Obyek wisata tahunan. Ini mengingat pengunjung yang datang ke Obwis (Obyek Wisata) tersebut, paling dalam satu tahun hanya dua kali. Lebaran Idul Fitri dan pada hari raya Idul Adha, atau hari raya Qurban. 

Hanya saja, Obwis tersebut mempunyai keunikan tersendiri dibanding Obwis lainnya di Kabupaten Kebumen. Pengunjungnya bukan hanya dari luar Kabupaten Kebumen, tetapi masyarakat di sekitar lokasi tersebut, yakni masyarakat kecamatan Petanahan tetap menyempatkan diri untuk datang ke pantai tersebut. 

Pantai yang terletak di Desa Karanggadung Kecamatan Petanahan ini, nampaknya memang mempunyai kekhasan tersendiri. Seolah ada daya pikat bagi pengunjung yang pernah datang. Sekalipun mereka hanya untuk menikmati deburan ombak laut yang seolah berkejaran tak ada henti-hentinya. 

Sekalipun panas terik matahari menyengat tubuh Wisatawan yang datang ke Pantai tersebut, misalnya di saat hari raya Idul Fitri, terutama pada hari ke tujuh dan ke delapan. Namun pengunjung tak ada hentinya sampai malam hari. Padahal, mereka ini harus datang berhimpit sampai ke Pantai Petanahan.



Tidak seperti Pantai di Kabupaten Kebumen lainnya, pengunjung bisa menikmati deburan ombak dan menyaksikan hamparan laut selatan ini seolah tak ada batasnya. Ini salah satu yang membuat pengunjung merasa puas datang ke Obwis tersebut. 

Setelah berjalan-jalan menelusuri pantai yang begitu luas, dengan menyaksikan deburan ombak laut yang bekejar-kejaran, kita bisa menyaksikannya dengan duduk-duduk santai di pengunungan pantai tersebut yang sekelilingnya ini terdapat tumbuhan cemara dan pohon pandan yang mempunyai mitos sendiri. 

Duduk bercanda dan bercengkrama menyaksikan lalut begitu indahnya bisa melupakan semua persoalan yang kita hadapi. Selain itu, akan mengingatkan kita akan kebesaran Tuhan yang telah menciptakan bumi dan isinya, termasuk laut Petanahan yang sedang kita saksikan bersama keluaraga, atau bisa jadi dengan pacar dan di laut ini pula kita sering bertemu dengan teman yang sudah lama tak jumpa. 

Dibangun


Tak bedanya dengan seorang gadis yang mulai senang berdandan, pantai Petanahan ini juga mulai berbenah diri. Sekalipun sekarang keadaanya belum selesai, karena melalui beberapa tahapan, namun perubahan Obwis tersebut sudah kelihatan tertata apik dan menjanjikan sesuatu yang baru bagi pengunjung yang datang. 

Sekarang sudah mulai bisa kita lihat adanya gedung kantor,panggung hiburan, sekalipun belum selesai dikerjakan, namun dapatlah kita beristirahat di gardu pandang yang memang disediakan oleh Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kabupaten Kebumen. Selain itu, jalan menuju pantai Petanahan ini sangat mulus. 

Perubahan lain yang bisa kita saksikan pada Garis Pantai Petanahan ini adalah adanya pembangunan Pendopo di dekat pesanggrahan Pandan Kuning yang memang mempunyai mitos tersendiri bagi mereka yang gemar melakukan semedi.

Selain itu, pengunjung Pantai Petanahan ini sekarang sudah ada perubahan yang begitu pesat. Jadi, ramainya bukan hanya saat lebaran atau hari besar lainnya. Penduduk sekitar Kecamatan Petanahan, Puring, Klirong, Adimulyo, bahkan ada yang datang dari Gombong dan Kebumen tiap hari Minggu pagi pantai tersebut dimanfaatkan untuk sarana olahraga. 

Ada yang datang dengan jalan kaki berkilo-kilo, ada yang menggunakan sepeda, juga tak sedikit yang menggunakan sepeda motor. Begitu sampai di pantai, mereka langsung jalan-jalan atau lari ke sana-kemari. Setelah itu, mereka bisa beristirahat dengan menikmati minuman Nira dan makan nasi kuning yang dibungkus kecil-kecil, atau menikmati makanan lainnya yang juga cukup murah.

Cinta Sejati


Kebanyakan pengunjung di Obwis Pantai Petanahan ini memang kalangan remaja. Lebih khusus, mereka kebanyakan datang berdua dengan sang kekasih. Secara mitos, ini tentu bisa kita terima. Sebab, di Pantai tersebut ada kisah cinta yang memang cukup menarik untuk disimak. 

Menurut para sesepuh, tokoh masyarakat dan buku legenda yang ditulis oleh Dinas Pariwisata setempat, pada sekitar tahun 1601, yakni pada masa pemerintahan Mataran yang Rajanya Sutawijaya, terlahirlah seorang gadis cantik dan jelita yang bernama Dewi Sulastri. 

Hidungnya yang mancung dengan mukannya lonjong bagai telor, kulitnya yang juga kuning dan rambut panjang terurai, menambah kece Sulastri. Kelebihan lainnya, gadis keturunan bangsawan ini ternyata tak mempunyai watak sombong, di mana cewek kece ini selalu bersikap ramah pada siapapun. 

Namun begitu, darah bangsawan yang bernama Lastri, panggilan akrab Sulastri ternyata merasa terkekang dengan adat yang terjadi di lingkungannya. Sebab, Lastri ini adalah anak dari seorang Bupati Pucang Kembar. Ayahnya tak lain adalah Bupati Citro Kusumo yang memang cukup disegani oleh warganya. 

Ternyata, Sulastri ini oleh ayahnya telah dicalonkan dengan Joko Puring. Seorang Adipati di Bulupitu. Sayang, dara jelita ini tak mau dijodohkan dengan lelaki bernama Joko Puring. Katanya sekalipun Adipati yang bernama Joko Puring ini juga cukup keren, namun Lastri tak merasa adanya getaran cinta.

Makanya, begitu ada seorang bernama Raden Sujono, sekalipun hanya seorang anak Demang dari Wonokusumo, yang datang untuk mengabdi menjadi seorang pembantu, Lastri dengan berbagai argumentasi pada ayahnya agar orang tersebut diterima sebagai abdi dalem di Pucang KembaR

Rupanya Bupati Citrokusumo tak kuasa menolak keinginan anaknya dan diterimalah Raden Sujono sebagai Abdi di Pucang Kembar. Padalah, Joko Puring sebelumnya juga telah mengajukan argumentasi pada Camernya (Calon mertuanya), agar menolak keinginan Raden Sujono sebagai Abdi di Pucang Kembar. 

Terjadilah cinta segitiga antara Joko Puring dan Raden Sujono yang sama-sama mencintai Dewi Sulastri yang cukup kece itu. Bedanya, cinta Raden Sujono bahkan sangat diharapkan oleh putri citra Pucang Kembar, sedang Joko Puring cintanya tak kesampaian. 

Cinta segitiga ini akhirnya berkembang menjadi huru-hara bagi Kabupaten Pucang Kembar. Namun dengan modal tampan dan kesungguhannya, Raden Sujono berhasil mempersunting Ratu Ayu Kabupaten Pucang Kembar menggantikan Citro Kusumo menjadi bupati di Kabupaten tersebut.

Prahara cinta ini tak berhenti sampai di sini, sekalipun sudah dipertaruhkan dengan adanya Sayembara dan dimenangkan oleh Raden Sujono. Buntutnya ketka suami Sulastri sedang menjalankan tugas negara memberantas berandal, atau preman-preman, secara ekbetulan Joko Puring bisa membawa lari Sulastri sampai ke Pantai Karanggadung yang sekarang dikenal sebagai Pantai Petanahan. 

Tetapi hal tersebut diketahui oleh Raden Sujono dan akhirnya terjadi lagi pertarungan yang maha dahsyat dua satria yang memang punya kesaktian. Namun begitu, Sulastri akhirnya bisa direbut kembali oleh suaminya. Dalam versi lain disebutkan, bahwa ketika Sulastri diikat pada pohon Pandan ternyata ada suatu keajaiban. 

Pandan tersebut beruabah menjadi Pandan Kuning dan nama tersebut digunakan untuk memberi nama tempat istirahatnya Sulastri dan suaminya, setelah Joko Puring berhasil dihalau pergi entah kemana. Sedang Sulastri yang telah dibawa pergi oleh Joko Puring tetap tak mau menerima cinta Joko Puring seklipun diancam akan dibunuh. 

Inilah kesetiaan dari Dewi Sulastri terhadap suaminya yang sejak awal memang didambakan. Prinsipnya, sekalipun ditinggal tugas oleh suaminya sekian lama, toh tak mengurangi kadar cintanya, bahkan sudah tak ada tempat lagi bagi lelaki lain. 

Begitu perjuangan mempertahankan istrinya dari Joko Puring berhasil, kedua pengantin baru ini mempertahankan istrinya dari Joko Puring berhasil, kedua pengantin baru ini beristirahat di bawah semak-semak pandan yang ada di Pantai Petanahan yang indah tersebut. Apalagi keduanya sudah lama berpisah, tentu merupakan saat terindah bagi Sulastri dan Raden Sujono.

Ny. Loro Kidul

Begitu keduanya cukup beristirahat dan memadu kasih, segeralah keduanya meninggalkan pandan yang rimbun tersebut yang telah mengukir cinta keduanya. namun sebelumnya, Raden Sujono konon ditemui oleh Ny Loro Kidul. Maksudnya tempat yang telah digunakan oleh keduanya beristirahat ini diminta menjadi tempat peristirahatan, atau pesanggrahan Ny. Loro Kidul. 

Sejak itu pula, sepeninggalan Dewi Sulastri si mantan Putri Citra Pucang Kembar, dengan leluasa tempat tersebut digunakan oleh Ny. Loro Kidul. Sejak itu pula, tempat tersebut dimanfaatkan orang untuk semedi dan mengheningkan cipta. 

Menurut beberapa sumber, banyak sudah orang yang percaya melakukan tapa di tempat tersebut yang berhasil, bahkan ada yang sampai membangun tempat tersebut. Selain itu, orang-orang yang merasa berhasil semedi di tempat ini setiap malam Jum'at Kliwon Bulan Syura diadakan upacara larungan. Ini dimulai sejak siang hari sampai menjelang ayam berkokok. 

Inilah barangkali yang membuat Pantai Petanahan mempunyai daya pikat sendiri bagi pengunjungnya, sekalipun di tempat tersebut tak diadakan sesuatu hiburan. apalag sekarang Pantai Petanahan ini sudah mulai tertata rapi, tentu merupakan tempat rekreasi yang sangat didambakan oleh wisatawan. 

Dengan berjalan menyaksikan pegunungan pasir, daun cemara yang terlihat menguning dan tanaman pandan sepanjang jalan mengantar kita untuk menyaksikan deburan ombak Pantai Petanahan yang seolah menyambut kedatangan Wisatawan. Tidak salah, kalau ada yang mengatakan, pantai tersebut memang cukup indah.

 


Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
^___adien___^
--Boements Member--

--Boements Member--
avatar

Jumlah posting : 10
Join date : 02.10.09
Age : 32
Lokasi : pontianak

PostSubyek: Re: Pantai Petanahan   Thu Oct 15, 2009 7:00 am



yen iki opo kie kang,....
kapan-kapan ae yen muleh neng jawi maneh kang,tak mampir neng prarangtritis,...
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Sponsored content




PostSubyek: Re: Pantai Petanahan   

Kembali Ke Atas Go down
 
Pantai Petanahan
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Kondominium Pantai Lippo Carita - for vacation
» Bengkulu-Sumbar Ride 2009

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Best Forum Community :: B- Information :: Tempat Wisata di Kebumen-
Navigasi: